HEADLINE
Dark Mode
Large text article

Sosialisasi Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Pendidikan Khusus 2026: Menuju Generasi Emas Mandiri

Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) kembali menggelar persiapan untuk ajang kebanggaan bagi peserta didik berkebutuhan khusus, yaitu Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Jenjang Pendidikan Khusus (Diksus) Tahun 2026. Melalui tayangan live sosialisasi, panitia dan dewan juri memaparkan berbagai informasi penting mulai dari teknis pelaksanaan, persyaratan, hingga detail bidang lomba.

Mengusung tema "Vokasi Unggul Generasi Emas Kompeten dan Berkarakter" [18:21], ajang ini bertujuan untuk memandirikan peserta didik penyandang disabilitas agar menjadi individu yang profesional, mandiri, dan mampu menghadirkan produk yang berdaya saing tinggi di pasaran dunia usaha maupun industri [10:38].

Pelaksanaan dan Ketentuan Umum

Berdasarkan rencana, LKS Diksus tingkat Nasional tahun 2026 akan diselenggarakan secara daring (online) pada awal Agustus, yakni sekitar tanggal 3 hingga 6 Agustus 2026 [18:33]. Lomba ini terbuka bagi murid penyandang disabilitas yang berstatus aktif di SMPLB, SMALB, sederajat, maupun murid di sekolah reguler penyelenggara pendidikan inklusif [30:27].

Peserta yang berhak maju ke tingkat nasional adalah mereka yang dinyatakan sebagai Juara 1 pada seleksi di tingkat provinsi masing-masing dan belum pernah menjadi juara 1, 2, atau 3 pada LKS Diksus Nasional di tahun-tahun sebelumnya [30:59]. Semua registrasi wajib dilakukan oleh operator Dinas Pendidikan Provinsi atau operator sekolah melalui portal resmi terpadu di https://daftar-bpti.kemendikdasmen.go.id/ [43:06].

9 Cabang Lomba LKS Diksus 2026

Pada penyelenggaraan tahun 2026, terdapat 9 cabang kompetensi yang akan dilombakan [24:54]. Berikut adalah rangkuman dari tiap cabang:

  1. Pijat / Akupresur [01:03:27] Kompetisi pijat terbagi menjadi dua kategori utama, yakni Pijat Tradisional Jawa (durasi 1 jam) dengan 5 gerakan dasar, serta Pijat Wajah (durasi 30 menit).

  2. Tata Boga [01:17:13] Membawa tema Prol Basket Cake, peserta ditantang menghias kue (cake) menggunakan butter cream hingga menyerupai keranjang bunga yang cantik. Keterampilan membentul basket weave dan merangkai ornamen bunga edible menjadi fokus penilaian.

  3. Kriya Kayu [01:39:28] Peserta akan membuat Wooden Kitchenware (perkakas dapur dari kayu). Peserta dituntut untuk mengolah kayu menjadi produk fungsional dengan lekukan presisi dan mematuhi seluruh standar K3 dalam prosedur perkayuan.

  4. Membatik [01:53:28] Tema membatik kali ini adalah "Jejak 3 Pesisir" yang mengaplikasikan motif pesisir pada produk fungsional berupa kain outer kontemporer. Evaluasi ditekankan pada proses nyanting, komposisi warna kimia (remasol, naptol, indigosol), hingga kualitas visual akhir karya.

  5. Souvenir [02:06:19] Karya yang dilombakan merupakan satu paket suvenir Nusantara yang terdiri dari kipas lipat dan dompet gantungan kunci. Suvenir tersebut akan dikemas dalam wadah hardbox eksklusif berlapis kain ciri khas daerah asal peserta.

  6. Tata Busana [02:20:31] Peserta ditantang untuk menjahit sebuah "Jaket Etnik" bergaya kasual menggunakan kombinasi 80% kain bermotif batik cap dan 20% kain polos. Penilaian utama meliputi pengguntingan, menjahit kampuh, ketepatan ukuran, dan aksesibilitas fungsi ritsleting atau saku.

  7. Teknologi Informasi (IT) [02:35:02] Diselenggarakan secara real-time online selama 150 menit. Peserta diuji kemampuannya dalam menggunakan Microsoft Excel untuk memecahkan 5 kasus spesifik, mulai dari modifikasi format sel, fungsi formula yang kompleks, hingga pembuatan pivot table dan diagram.

  8. Tata Kecantikan [02:42:03] Lomba ini mengusung dua riasan teknis: 4D Texture Fantasy Makeup pada wajah hingga dada bagian atas, serta merias kuku tangan (Gel Polish with Chrome) dengan menambahkan dimensi menggunakan material seperti lateks, plastik, atau kertas.

  9. Merangkai Bunga [02:59:08] Tema rangkaian bunga tahun ini adalah Dekoratif Flora. Penilaian memiliki keunikan tersendiri karena berfokus pada proporsi penggunaan material: 60% komposisi dekorasi daun, 30% rangkaian bunga, dan 10% elemen pendukung estetika lainnya.

Sebagai syarat tambahan di semua bidang, peserta tidak hanya dinilai dari hasil akhir karyanya, tetapi juga harus menyertakan Video Proses Pengerjaan yang menunjukkan tahapan dari awal persiapan, proses produksi mandiri tanpa intervensi pihak lain, kebersihan meja kerja, hingga hasil akhir produk.

Ajang LKS Diksus 2026 ini diharapkan tidak hanya sekadar menjadi panggung kompetisi, melainkan ruang untuk menunjukkan bahwa siswa berkebutuhan khusus mampu mencetak prestasi vokasional yang luar biasa dan siap bersaing di masa depan. Jujur itu Juara!

Tonton video selengkapnya di sini: Live Sosialisasi Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Pendidikan Khusus 2026

Post a Comment