Persiapan Uji Coba OSN-P Informatika 2026 SMA/SMK/Sederajat
![]() |
| Informatika - Uji Coba dan Technical Meeting OSN-P Dikmen 2026 |
Halo Sobat Prestasi dan Bapak/Ibu Guru pembimbing di seluruh Nusantara! Ajang kebanggaan kita, Olimpiade Sains Nasional Tingkat Provinsi (OSN-P) tahun 2026 jenjang SMA/sederajat, sudah di depan mata. Tahapan ini merupakan jembatan krusial bagi para talenta muda untuk meraih tiket ke tingkat nasional dan kelak mewakili Indonesia.
Khusus untuk Bidang Informatika, tantangan tahun ini menuntut kesiapan logika sekaligus pemahaman ketat terhadap sistem Computer Based Test (CBT). Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) menetapkan bahwa peserta wajib mematuhi protokol teknis yang sangat spesifik, mulai dari ekstensi file jawaban hingga tata letak kamera pengawas.
Puspresnas telah menggelar sesi simulasi dan Technical Meeting agar semua pihak yang terlibat benar-benar siap. Mari kita bedah aturan lengkapnya agar Sobat Prestasi dapat bertanding secara maksimal dan menghindari diskualifikasi akibat kendala teknis!
Format Soal dan Manajemen Waktu
Sistem ujian OSN-P Informatika 2026 akan berlangsung selama 180 menit (3 jam) dalam satu sesi penuh tanpa jeda. Sesi tunggal ini berfokus pada "Pemecahan Masalah dan Pemrograman". Ujian terbagi ke dalam dua jenis soal:
Soal Pemahaman (Bobot 30%): Terdiri dari 6 studi kasus cerita. Setiap kasus memiliki 3 sub-soal (pilihan ganda, benar/salah, atau isian singkat). Jawaban benar mendapat poin penuh, sementara jawaban salah bernilai 0 (tidak ada sistem minus).
Soal Pemrograman (Bobot 70%): Terdiri dari 2 sub-soal (mudah bernilai 20% dan sulit bernilai 50%). Kode program akan diuji menggunakan Test Case rahasia oleh juri setelah lomba selesai. Ingat, tidak ada fitur Auto-Judge selama lomba berjalan, sehingga peserta harus memastikan compile berjalan sempurna secara lokal!
Aturan Ketat Isian Singkat
Bagi peserta yang menjawab soal isian singkat berupa angka, sistem menuntut kepatuhan format mutlak:
Jika jawabannya 5, maka tulis angka bulat 5. Jangan berkreasi dengan menambahkan desimal "5,0" atau awalan "05", karena sistem akan langsung menolaknya.
Jika format meminta pecahan sederhana seperti A/B, maka pastikan menuliskannya secara eksak (misal: 1/4). Sistem akan menyalahkan format ekuivalen (seperti 0,25 atau 2/8) jika tidak sesuai dengan instruksi yang diminta.
Aturan Pemrograman dan Lingkungan Kerja (IDE)
Dalam OSN-P Bidang Informatika, peserta wajib menulis program dari nol tanpa bantuan template (dokumen kosong). Berikut adalah aturan coding yang harus dipatuhi:
Bahasa Wajib: Peserta hanya diizinkan menggunakan bahasa pemrograman C++ (dikompilasi dengan G++ 13 atau C++ 20). File akhir yang diunggah (upload) ke sistem wajib menggunakan ekstensi .CPP.
Lingkungan Pemrograman (IDE): Peserta harus memakai IDE offline seperti Visual Studio Code atau Dev C++ yang sudah diinstal di komputer panitia.
Ekstensi Terlarang: Dilarang keras menginstal ekstensi pihak ketiga yang bersifat Competitive Programming Helper (CPH) dari internet.
Aplikasi Offline: Peserta diperbolehkan menggunakan aplikasi bawaan komputer (offline) seperti Excel, Notepad, atau Kalkulator untuk menghitung logika. Namun, dilarang keras membuka aplikasi IDE online, mencari referensi dari ChatGPT (AI), atau menggunakan blok memori flashdisk pribadi. Referensi resmi C++ (C++ reference) akan disediakan melalui tautan resmi di dalam sistem Moodle.
Protokol Pengawasan (Proctoring) Zoom
Integritas adalah mahkota olimpiade. Oleh karena itu, Puspresnas memberlakukan sistem pengawasan berlapis menggunakan kamera Zoom yang sangat ketat:
Kamera Eksternal Pribadi: Setiap peserta wajib diawasi oleh 1 buah kamera tambahan (smartphone atau laptop cadangan) yang terhubung ke Zoom panitia pusat.
Posisi Kamera: Kamera pengawas wajib disandarkan pada tripod di sudut serong belakang peserta (jarak antar meja minimal 1,5 meter ke samping dan 2 meter ke depan).
Tangkapan Layar (Frame): Kamera pengawas wajib menyorot empat elemen sekaligus: (1) Kepala dan badan peserta, (2) Kedua tangan peserta, (3) Layar monitor komputer utama, dan (4) Jam fisik (jam beker/jam dinding) yang menyala di atas meja peserta.
Waktu Standby: Kamera wajib On 30 menit sebelum ujian dan dilarang mati dengan alasan apa pun selama 180 menit. Pastikan smartphone memiliki kuota internet stabil dan baterai yang terhubung ke pengisi daya (charger).
Solusi Pindah Lokasi dan Kendala Fasilitas
Bagi peserta yang mengalami kendala terkait perangkat (misal: sekolah tidak memiliki aplikasi Visual Studio Code), pihak sekolah harus segera menghubungi Dinas Pendidikan/Cabang Dinas provinsi setempat untuk menyediakan perangkat yang mumpuni sebelum hari-H. Peserta dilarang keras membawa dan menggunakan laptop pribadi!
Lalu, bagaimana bagi siswa yang saat pendaftaran berstatus siswa SMP (namun lolos ke OSN-P SMA) dan kebetulan sudah lulus serta pindah domisili provinsi? Solusinya adalah segera mendatangi Kantor Dinas Pendidikan Provinsi (atau Cabang Dinas) di kota Anda saat ini (misalnya Makassar). Mintalah surat izin untuk "menumpang" di salah satu titik kumpul (center) ujian resmi di wilayah tersebut, meskipun status pendaftaran Anda masih mewakili provinsi sekolah lama.
Uji Coba OSN-P Informatika 2026 adalah momen krusial untuk melatih insting pemrograman, sekaligus meminimalisasi error teknis saat lomba sesungguhnya. Memahami aturan format isian angka yang kaku, patuh menggunakan environment C++ standar (ekstensi .CPP), serta disiplin menyetel presisi sudut kamera pengawas Zoom adalah faktor-faktor penentu kesuksesan seorang Sobat Prestasi. Manfaatkan waktu uji coba ini untuk mengkalibrasi logika algoritma dan pastikan infrastruktur sekolah sudah 100% siap.
Jangan sampai update dan info krusial seputar dunia olimpiade terlewatkan dari jangkauan Anda! Segera ikuti portal edukasi Info Lomba untuk mendapatkan pembaruan jadwal, panduan teknis mendalam, informasi pendaftaran, dan pengumuman resmi seputar OSN serta beragam kompetisi bergengsi tingkat nasional lainnya. Terus berlatih algoritma, dan jadilah juara sejati!
Tonton Video Selengkapnya:
