HEADLINE
Dark Mode
Large text article

34 Tim Finalis Siap Berkompetisi dalam KJI dan KBGI 2026 di Universitas Hasanuddin, Makassar

Dokumentasi Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia (KBGI).
Dokumentasi Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia (KBGI).

JAKARTA, 14 Oktober 2026 – Sebanyak 34 tim mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi se-Indonesia berhasil meloloskan diri ke babak final Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) dan Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia (KBGI) Tahun 2026. Ajang babak final secara luring ini dijadwalkan berlangsung pada 26–31 Oktober 2026 di Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, Sulawesi Selatan.

Para finalis difinalisasi dari total 412 proposal yang masuk oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Penetapan tersebut diterbitkan melalui dua surat pengumuman resmi:

  • KBGI 2026: Surat Nomor 1982/DST/B2/DT.01.01/2026 (terbit 8 Juni 2026)
  • KJI 2026: Surat Nomor 2017/DST/B2/DT.01.01/2026 (terbit 9 Juni 2026)

Rincian Kompetisi dan Kategori Lomba

KJI dan KBGI merupakan ajang tingkat nasional yang bertujuan mengasah pengetahuan, keterampilan, kreativitas, inovasi, serta kolaborasi tim mahasiswa bidang teknik sipil dalam menyelaraskan teori perancangan struktur, prinsip rekayasa, dan presisi teknis.

Dokumentasi Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia (KBGI) 2.
Dokumentasi Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia (KBGI) 2.

  1. KBGI 2026
    • Statistik Seleksi: Menerima 215 proposal dari 77 perguruan tinggi. Penilaian administrasi dan proposal dilaksanakan pada 4–31 Mei 2026.
    • Hasil Seleksi: 16 tim dinyatakan lolos sebagai finalis.
    • Kategori Lomba:
      • Bangunan Gedung 8 Lantai dengan Struktur Baja
      • Bangunan Gedung 8 Lantai dengan Struktur Beton Pracetak
    • Fokus Penilaian: Penguasaan sistem struktur, pemilihan material konstruksi, serta perencanaan bangunan yang terukur, teliti, dan berbasis kerja sama tim.
  2. KJI 2026
    • Statistik Seleksi: Menerima 197 proposal dari 64 perguruan tinggi. Proses penilaian dilakukan pada 26 April–26 Mei 2026.
    • Hasil Seleksi: 18 tim dinyatakan lolos sebagai finalis.
    • Kategori Lomba:
      • Jembatan Model Pelengkung
      • Jembatan Rangka Baja Berskala
    • Fokus Penilaian: Kemampuan merancang struktur jembatan dengan memperhatikan prinsip rekayasa, sifat material, dan ketentuan teknis lomba.

Dokumentasi Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI).
Dokumentasi Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI).

Para Tim Finalis

Sebanyak delapan tim yang dinyatakan lolos pada kategori Bangunan Gedung 8 Lantai dengan Struktur Baja KBGI 2026 adalah:

  1. Steelers Team – Institut Teknologi Nasional Bandung, dengan rancangan Punarnirmana Abhaya Mahagrha.
  2. The Connection – Politeknik Negeri Bandung, dengan rancangan Pancadasa Tower.
  3. ZEN HORIZON – Politeknik Negeri Jakarta, dengan rancangan ZEN TOWER.
  4. Achalendra – Universitas Gadjah Mada, dengan rancangan Gedung Asthala Grakassa.
  5. Mapparenta – Universitas Muhammadiyah Malang, dengan rancangan Hitakarana Tower.
  6. ADHEG TEAM – Universitas Negeri Malang, dengan rancangan Aksara Tower.
  7. Carrera – Universitas Sebelas Maret, dengan rancangan Celestia Tower.
  8. Cakra Donya – Universitas Syiah Kuala, dengan rancangan Luminara.

Delapan tim finalis pada kategori Bangunan Gedung 8 Lantai dengan Struktur Beton Pracetak KBGI 2026 adalah:

  1. Durbatos – Institut Teknologi Sepuluh Nopember, dengan rancangan Taguara Tower.
  2. Nirantara Karsa – Politeknik Negeri Bandung, dengan rancangan Jatnika Megantara.
  3. Akral Amara – Politeknik Negeri Malang, dengan rancangan Singgah Menala.
  4. Alang Babega – Universitas Andalas, dengan rancangan Gedung Saluang Emerald.
  5. ARJUNA – Universitas Gadjah Mada, dengan rancangan Apartemen Indraprastha.
  6. LUMEN – Universitas Hasanuddin, dengan rancangan DIVINITY.
  7. Adhiraksa – Universitas Muhammadiyah Malang, dengan rancangan Nawasena Apartment.
  8. Nata Bangun Karya – Universitas Sebelas Maret, dengan rancangan Marga Buwana.

Selanjutnya sebanyak sepuluh tim yang lolos ke babak final pada Kategori Jembatan Model Pelengkung KJI 2026 adalah:

  1. DHARASENA – Institut Teknologi Nasional Malang, dengan rancangan Jaladhara Vana.
  2. Villakarya – Institut Teknologi Sepuluh Nopember, dengan rancangan Vastu Kualo.
  3. Hashiniyon – Politeknik Negeri Jakarta, dengan rancangan Jembatan Allulung.
  4. Semetric – Universitas Brawijaya, dengan rancangan Asmaraya.
  5. Daruslan – Universitas Gadjah Mada, dengan rancangan Jembatan Siri na Pacce.
  6. SAFIQ – Universitas Hasanuddin, dengan rancangan Sawerigading.
  7. Jayantara – Universitas Jember, dengan rancangan Jembatan Passura’.
  8. NISCHARC – Universitas Muhammadiyah Surakarta, dengan rancangan Nischantara.
  9. Jayawardhana – Universitas Negeri Yogyakarta, dengan rancangan Jembatan Karsa Cita.
  10. Sarira Amerta – Universitas Sebelas Maret, dengan rancangan Susthira Vira.

Terakhir delapan tim finalis pada kategori Jembatan Rangka Baja Berskala KJI 2026 adalah:

  1. Dyo Tessera – Politeknik Negeri Jakarta, dengan rancangan Arunika Mahakarya.
  2. Kastara – Universitas Brawijaya, dengan rancangan Adhikara.
  3. W3RKUDARA – Universitas Gadjah Mada, dengan rancangan Sipakatau Sialle.
  4. ADUHDU – Universitas Hasanuddin, dengan rancangan To Macca.
  5. Tatrahetsa – Universitas Muhammadiyah Malang, dengan rancangan Nadi Bhaskara.
  6. Gluduk Banter – Universitas Negeri Surabaya, dengan rancangan Sandya Nusantara.
  7. Barakka Team – Universitas Negeri Yogyakarta, dengan rancangan Arthayoga.
  8. Ardent – Universitas Sebelas Maret, dengan rancangan Arkananta.

Peta Kepesertaan dan Pembinaan Perguruan Tinggi

Tingginya keikutsertaan perwakilan kampus mencerminkan peningkatan minat serta kapasitas mahasiswa dalam perancangan infrastruktur. Beberapa kampus tercatat mendominasi berbagai kategori:

  • Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Sebelas Maret (UNS): Berhasil mengirimkan wakil finalis di seluruh (keempat) kategori KJI dan KBGI.
  • Universitas Hasanuddin (Unhas) dan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM): Berhasil menempatkan tim finalis di beberapa kategori.

Capaian tersebut menegaskan krusialnya pembinaan mahasiswa secara berkelanjutan dalam memperkuat kompetensi teknis, riset terapan, dan inovasi struktur.

Persiapan Teknis dan Ketentuan Pembiayaan

Sebagai persiapan menuju puncak acara di Makassar, seluruh tim finalis diwajibkan menjalani tahapan latihan dan fabrikasi komponen struktur di perguruan tinggi masing-masing pada 22 Juni hingga 23 Oktober 2026. Waktu persiapan ini ditujukan untuk menyempurnakan rancangan serta memastikan kelayakan teknis.

Terkait aspek operasional:

  • Pembiayaan akomodasi dan transportasi tim finalis ditanggung sepenuhnya oleh masing-masing perguruan tinggi pengirim.
  • Peran perguruan tinggi sangat menentukan melalui pendampingan akademik, penyediaan sarana latihan, dan penguatan kekompakan tim.

Mekanisme Daftar Ulang Finalis

Tahapan daftar ulang finalis telah dilaksanakan secara daring melalui portal resmi KJI dan KBGI menggunakan akun Operator Perguruan Tinggi dengan jadwal:

  • Daftar Ulang KBGI: 9–19 Juni 2026
  • Daftar Ulang KJI: 10–19 Juni 2026
  • Batas Akhir Registrasi: 19 Juni 2026 pukul 17.00 WIB

Prosedur Administrasi:

  1. Operator PT mengakses sistem dan memilih program kompetisi.
  2. Memeriksa status kelolosan proposal.
  3. Mengunggah dokumen wajib: Form 1E (Lampiran 8) dan Form 1F (Lampiran 9).
  4. Menerima notifikasi konfirmasi penyimpanan dari sistem.

Seluruh kelengkapan administrasi dan kesiapan teknis dipastikan telah dipenuhi menyongsong babak final di akhir Oktober.

Apresiasi Belmawa dan Visi "Diktisaintek Berdampak"

Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para mahasiswa, dosen pembimbing, dan pimpinan perguruan tinggi yang berpartisipasi.

Bagi para finalis, ajang ini menjadi sarana mengasah kemampuan teknis dan menambah pengalaman kompetisi nasional. Sementara bagi peserta yang belum lolos, gagasan serta rancangan yang dihasilkan tetap menjadi aset penting dalam proses pembelajaran dan pengembangan inovasi.

Melalui penyelenggaraan KJI dan KBGI 2026, Belmawa berkomitmen membangun ekosistem pembelajaran yang seimbang antara kompetensi akademik dan keterampilan praktis. Sejalan dengan semangat Diktisaintek Berdampak, kompetisi ini diharapkan melahirkan sumber daya manusia unggul bidang keteknikan yang siap menghadirkan solusi rekayasa dan inovasi infrastruktur bagi pembangunan nasional.

Sumber:
Post a Comment